Fotografi 2# – hargai setiap Jepretan yang kita lakukan

Menyambung post sebelum nya mengenai Fotografi, bisa dikatakan saat ini saya mulai menekuni dunia Fotografi secara dalam, kenapa ya?, ya saya hanya ingin memiliki foto-foto unik dan keren di setiap moment yang saya lalui, bahasa Fotografi dan Fotografer Profesional nya sih ‘Perfect Exposure’. setelah 4 Tahun mengenal Foto secara dekat, namun hanya mengenal nya begitu saja bukan lebih dalam, berawal hanya dari kamera pocket saya mencoba jeprat-jepret mengabadikan setiap moment yang saya lalui, hingga sekitar 6 bulan saya mencicipi sebuah kamera yang bisa saya katakan canggih yaitu Canon EOS 1000D dan kamera tersebut berakhir di meja penjualan yang niat awalnya ingin saya tukar tambah dengan Nikon 90D, tapi uang nya belum cukup untuk membeli sang Legend Nikon :(

awal mula saya ‘kesambet’ ingin menekuni dunia Fotografi berawal dari kegiatan yang sedang saya jalani hingga tanggal 26 Agustus nanti di salah satu mall di Bandung, ya mall yang bisa saya katakan mall terbesar untuk kategori Elektronik dan Gadget di Jawa Barat ini, saya memiliki kesempatan beberapa kali menjempret kegiatan yang sedang berlangsung tersebut dari kamera EOS 1000D punya bos ku, disana rasa ingin mendalami fotografi terus bertambah hingga pada akhir nya saya ngobrol dengan sahabat saya mengenai Fotografi dan dia dengan baik hati meminjamkan kamera analog nya :)

Dengan bermodalkan kamera analog hasil pinjaman dan semangat juang yang tinggi, saya langsung mempelajari beberapa basic dari fotografi yang saya kira akan sangan berguna ketika saya menggunakan kamera tersebut, seperti aperture, shutter speed untuk menghasil kan exposure, tanpa berlama-lama saya langsung hunting ke esokan harinya di temani rekan saya dengan kamera Lomo LCA-A+ nya, saya berkunjung ke sebuah Taman Djuanda, ya orang Bandung sih lebih mengenal dengan nama Dago Pakar, disana saya menghabiskan waktu untuk hunting foto untuk uji coba kamera Analog tersebut, di temani dua buah roll film Lucky BW dan Colour ASA 200. 72 jepretan pun saya lakukan sampai habis dan saya langsung cuci scan untuk melihat bagaimana hasil nya, namun sayang hasil jepretan saya baru bisa saya nikmati hari Selasa nanti, karena di bandung jarang sekali tempat yang bisa cuci scan untuk Film BW :( insya alloh Selasa nanti akan saya tunjukan baik dan buruk nya hasil jepretan pertama saya dengan dua buah roll pertama saya, mudah-mudahan tetap ada hasil nya walaupun jelek, karena ini akan menjadi kenangan tersendiri dalam masa pembelajaran pertama saya ini.

Kamera Analog, Fotografi dan Proses Pembelajaran

Sebagai pemula yang sedang ‘on fire’ belajar, dan tidak punya modal yang memumpuni untuk menggenggam kamera DSLR bukan berarti adalah Kiamat bagi saya untuk belajar Fotografi, dan saya harap bagi anda semua yang tertarik mempelajari Fotografi dan bergelut di dunia Fotografi setuju akan hal ini. Ya, memang Fotografi dan foto-foto yang memiliki hasil yang luar biasa di tunjang juga dari kebutuhan serta perangkat-perangkat fotografi nya, seperti Lensa yang beragam yang dapat menghasilkan hal yang beragam pula, Lighting yang memumpuni, serta peralatan lainnya. Banyak imbuhan-imbuhan yang mendeskripsikan dunia fotografi, mulai dari Foto itu hasil 80% Tangan, 10 % Alat dan 10% Pengalaman, hingga persepsi-persepsi lainnya, kalau hari ini sih saya mah mau mengannut faham saya sendiri, yaitu

Foto dihasilkan oleh : 10% Teori, 15 % Alat, 30% Pengalaman dan 45% izin Tuhan.

Itulah faham yang saya anut saat ini dengan ilmu dan alat yang seadanya saya miliki, lalu kenapa izin Tuhan?, ya karena setiap moment, cahaya dan gelap nya bumi ini hanya milik tuhan :)

saat ini, banyak orang yang beruntung dapat memperdalam Fotografi dengan mudah nya, dapat membeli Gear bagaimanapun dengan mudahnya, dan bagi orang yang tidak beruntung bagi saya,  ini bukan akhir dari segalanya, sebagai solusi bila kita belum bisa cicip-cicip kamera Digital saya menggunakan kamera Analog terlebih dahulu, kamera Analog saat ini yang beredar di peredaran pasar Fotografi yang saya tau ada 5 jenis, Pocket, Polaroid, Lomo, Rangefinder, dan Analog SLR, dan rata-rata kamera tersebut masih bisa kita jumpai dari harga 300rb hingga 1.5jt rupiah, ya memang untuk model-model tertentu kamera analog ini masih tembus di harga 62jt :( seperti tipe Hexar nya Leica :( , sebenar nya untuk menghasilkan sebuah foto yang terpenting ada Kamera dan Media penyimpanan nya. Sebuah tantangan besar datang ketika kita menggeluti dunia Fotografi menggunakan kamera Analog, berbeda dengan kamera digital setiap pengaturan tinggal ceklak-ceklek rubah atau pijit beberapa tombol langsung jadi hingga kita bisa input konfigurasi kita, semua serba digital dan ya memang tidak bisa kita pungkiri memang hasil nya bagus dan memang perkembangan Teknologi terus berkembang di dunia kita ini.

Namun, Fotografi Analog ini memilki suatu hal yang menarik, yaitu kita memotret dengan kamera yang masih menggunakan film, benar-benar kita harus mendapatkan ‘keberuntungan’ yang tepat juga, karena ketika gambar yang kita ambil gagal, kita tidak bisa menghapusnya, selain itu kita tidak bisa melakukan pengaturan secara otomatis, semua perhitungan dilakukan secara manual, mulai aperture, shutter speed, zoom, cuaca dlsb yang belum saya ketahui lagi secara dalam, dan dengan hanya bermodalkan 36 frame di setiap film nya akan membuat kita semakin tertantang untuk menghasilkan gambar-gambar maksimal di setiap frame nya, sulit?, ya memang sulit, tapi kalau belajar dengan yang mudah sih apakah ‘sense feeling’ Foto kita akan terasah dengan tajam?, bisa iya bisa juga tidak tergantung bagaimana kita mempercayai nya hehe ya mudah-mudahan setelah menekuni dunia fotografi Analog dan mulai bertransisi ke dunia Fotografi digital saya sudah siap

mudah-mudahan rekan-rekan yang setuju dan tidak setuju pun bisa berpendapat sesuai apa Fotografi yang di anut nya, dan bagi rekan-rekan yang ingin belajar dan memperdalam dunia fotografi jangan jadikan ‘Gear’ sebagai batasan dan pembatasan kita untuk bereksplorasi dan terus belajar, yang penting niat dan kemauan untuk belajar nya

mari hargai setiap Jepretan yang kita lakukan, dan terus abadikan setiap moment yang kita dapatkan

Fotografi 1# – Mari abadikan setiap moment kita!

Fotografi, saya kira ini bukan hal yang asing lagi bagi seluruh penggemar dunia seni keindahan, bukan hanya itu saya kira Dunia Fotografi saat ini sudah merupakan salah satu elemen kehidupan. Foto dan Fotografi memiliki keunikan tersendiri saya kira, setiap orang memiliki pemahaman dan definisi yang berbeda mengenai Fotografi dan Foto, ya seni memang tidak bisa di definisikan secara pasti, setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda akan Seni, khusus nya di Foto dan dunia Fotografi. Dunia Fotografi tersendiri saya kira merupakan salah satu sub-bidang dari belasan bidang Kreatifitas berdasarkan data yang beredar di jagat dunia internet ini. Sebenernya sudah sekitar 4 tahun kebelakangan ini saya tertarik akan dunia fotografi, tapi belum pernah mendalami secara langsung maupun tidak langsung, saya hanya menggunakan Fotografi dan Foto hanya untuk mengabadikan setiap moment-moment yang saya lalui, yah memang bisa terbilang narsis kalau kata para penghuni abad ini, tapi ya mau bagaimana lagi memang setiap moment yang kita lalui adalah hal yang sangat berharga dan tidak mungkin sama sekali terulang sangat spesifik untuk kedua kalinya :) apakah anda merasakan hal yang sama?

Ya seperti yang telah saya ungkapkan sebelum nya, Seni, Foto dan Fotografi memang sebuah karakter yang unik, dan setiap orang memiliki hal yang berbeda dalam mendefinisikannya, seperti yang saya pergunakan dalam kehidupan sehari-hari selama ini, saya menggunakan Foto dan Fotografi hanya untuk mengabadikan moment-moment yang hanya terulang sekali seumur hidup, karena saya yakin hal yang sama tidak akan pernah terulang secara spesifik kedua kalinya, misalnya hari ini hari Senin 22 Agustus 2011, tahun depan memang masih ada 22 Agustus, tapi tahun 2012 dan jatuh nya tidak hari senin, hari ini saya seorang Mahasiswa yang doyan tidur dan mengerjakan hal-hal malas yang tidak pernah orang lain malaskan, dan belum tentu 22 Agustus tahun depan saya masih bisa melakukan hal yang sama dengan rutinitas yang sama, karena masa depan hanya Tuhan lah yang mengetahui nya. Banyak hal Indah yang kita lakukan setiap hari nya, begitu pula dengan moment-moment Bahagia, Sedih, Sakit Hati dan hingga moment-moment luar biasa yang mungkin hanya kita yang beruntung mendapatkannya, setiap manusia memiliki ingatan yang baik, proses manajemen diri serta daya ingat yang baik, tapi pasti kecil nya kita akan lupa beberapa hal yang sadar tanpa sadar kita lupakan begitu saja.

Lantas apakah kita akan melupakannya begitu saja?,tergantung apakah anda setuju atau tidak, yang jelas moment berhaga yang saya lalui setiap hari nya harus saya abadikan, kalau kata orang sunda mah “Caritaeun jang anak-cucu” :D mudah-mudahan setiap hal berharga baik positif dan negatif yang saya dapatkan dapat terus saya abadikan, apalagi proses pengabadian setiap moment yang kita dapatkan dan lalui sebenarnya bukan hal yang sulit kita lakukan, kamera sudah terjual banyak di pasaran dengan kualitas yang sudah sangat memenuhi kebutuhan standar hingga kebutuhan bagi para profesional, hingga benda yang selalu kita jinjing kemana-mana yaitu handphone saja sudah hampir seluruh nya memiliki kamera.

mudah-mudahan anda setuju dengan apa yang saya maksudkan disini, dan mudah-mudahan anda pun bersedia untuk mengabadikan setiap moment yang anda lalui :)

berkenalan dengan Berpikir Kreatif ( Creative Thingking ) – #1

Sebagian besar pola fikir yang di dapatkan dari pendidikan formal adalah keterampilan berfikir analisis dalam memahami sebuah klaim, mengikuti dan menghasilkan pemikiran dari argumen-argumen yang logis, mecari jawaban praktis, mengeliminasi jawaban-jawaban yang salah dan berfokus pada satu hal yang sudah dianggap benar pada umum nya. Namun selain itu, masih ada cara lain dalam berfikir, yaitu melakukan eksplorasi-eksplorasi terhadap ide, menghasilkan kemungkinan-kemungkinan dalam menghasilkan jawabam, mencari jawaban yang benar tapi tidak bergantung pada satu jawaban saja yang benar. Kedua jenis cara berfikir tersebut merupakan dua hal yang sangat penting dalam dunia saat ini dan tidak dapat dipisahkan.

Dalam sebuah kegiatan, seperti dalam memecahkan masalah, kedua jenis cara berfikir tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting. Pertama kita harus melakukan analisis-analisis terhadap masalah yang ada, lalu kita harus dapat menghasilkan kemungkinan-kemungkinan yang ada sebagai sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, selanjutnya kita harus memilih dan mengimplementasikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut dan pada akhirnya, kita harus mengevaluasi solusi yang paling efektif dalam sebuah efektifitas dalam menyelesaikan masalah tersebut. Seperti  yang dapat anda lihat, proses ini mengungkapkan sebuah proses dimana proses berfikir kreatif dan kritis, bekerja secara bersamaan.

Apakah Kreatifitas?

An Abillity. Definisi sederhana dalam mengartikan kreatifitas yaitu sebuah kemampuan untuk membayangkan, mengeksplorasi dan menemukan suatu hal yang baru, namun bukanlah sebuah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang diluar kehendaknya (karenga hanya tuhan yang bisa), kreatifitas juga merupakan sebuah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide yang baru dengan menggabungkan, mengubah atau memperbaharui ide-ide yang ada. Beberapa ide kreatif yang dihasilkan dan sangat brilian didapatkan dari proses-proses tersebut, ide-ide baik yang dihasilkan semuanya melalui tahap kreatifitas, namun sayang nya masih banyak orang yang belum mengerti akan penting nya kreatifitas tersebut dalam menghasilkan sesuatu hal yang luar biasa.

belive it or not, setiap orang telah memiliki kreatifitas substansial secara bawaan dari sejak mereka lahir. Pertama dapat kita lihat saja bagaimana anak-anak dapat melakukan hal-hal kreatif seperti menggambar pada sebuah dinding rumah kita, memainkan mainan-mainan kecil nya hingga memainkan game pada sebuah perangkat. Hal yang sangat disayangkan adalah pada saat mereka dewasa, kreatifitas mereka terhalang oleh hasil pendidikan-pendidikan formal yang dilalui nya selama bertahun-tahun, namun kreatifitas tersebut masih tetap ada dan dapat dibangkitkan kembali seiring dengan sejauh mana kreatifitas tersebut dibutuhkan bagi individunya. Pembangunan ulang dan pengembangan akan kreatifitas yang ada namun telah tertidur dan tidak terasah secara langsung dapat dilakukan dengan sebuah komitmen dalam mengembangkan kreatifitas tersebut serta mau meluangkan waktu nya untuk berlatih untuk kreatifitas nya.

An Attitude. Kreatifitas juga merupakan sebuah sikap, yaitu sebuah kemampuan untuk menerima perubahan dan pembaharuan terhadap diri nya sendiri dan lingkungannya, kemauan untuk memainkan dan mengaplikasikan ide-ide baru dan kemungkinan-kemungkinan baru atas ide-ide yang dihasilkannya, fleksibilitas dalam gaya pandang, kebiasaan menikmati hal-hal positif, sambil terus berupaya untuk mengembangkan setiap kemampuannya

A Process. Orang-orang yang kreatif adalah orang yang mau bekerja keras dan terus melatih kemampuannya, berlatih untuk meningkatkan ide dan solusi-solusi yang berkualitas dalam memecahkan berbagai permasalahan, dengan membuat perubahan-perubahan secara bertahap dan memperbaiki setiap karya-karya nya. Orang-orang kreatif pun dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa pada sebuah karya nya dengan hanya melakukan sedikit tindakan meskipun dalam aktifitas-aktifitas padat nya dalam keseharian. Jauh lebih dekat, pada konsepsi bisnis, para perusahaan terus melakukan pengembangan-pengembangan dalam metodologi bisnis nya dengan mengambil pengalaman-pengalaman dari setiap karakter unik disetiap investor yang terlibat dalam pasar bisnis nya, sehingga perusahaan pun terus bereksplorasi dalam menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi bisnis nya

orang yang kreatif pun tahu bahwa selalu ada ruang untuk memperbaiki diri di setiap kesempatannya.

festiBLOGcitylink

hari ini, jumat 5 Agustus 2011 telah di adakan acara festiBLOGcitylink yang terselenggara atas support dari Bandung BLOGVAGANZA dan blogdetik acara nya terdiri dari tour mall BLOGGER di mall festival citylink ini berlangsung sangat menarik, acara yang berlangsung pada pukul 3 lebih ini di awali dengan briefing mengenai teknis acara, dan pengenalan acara, pertama-tama acara berlangsung dimulai dari pengenalan tour mall festival citylink, di mulai dari lotte mart nya city, dilanjutkan ke setiap lantai, mall festival citylink itu yang memiliki konsep family, hotel dan convention ini berletak pada Jl. Peta No. 241 Bandung 40232 berikut ini adalah sedikit review kegiatan dari festiBLOGcitylink

img-20110805-00480

infomedia by telkom di Haris Hotel Festival Citylink

img-20110805-00483

bersatai di loby hotel HARIS Hotel Festival Citylink

img-20110805-00484

bersama mbak Alice PR Festival Citylink lagi di HARIS Hotel

img-20110805-00490

azilmi di #festiBLOGcitylink mall Festival Citylink

img-20110805-00494ontamesir dan azilmi di #festiBLOGcitylink supported by BLOGVAGANZA dan blogdetik.com

mall yang sangat menarik, apalagi Foodcourt nya keren banget untuk berbuka, foudcourt nya Festival Citylink yang berkonsep outdoor ini keren banget deh, cocok untuk melakukan gathering komunitas dan buka bareng sama temen-temen mu :)
acara #festiBLOGcitylink ini bertempat di

Mall Festival Citylink

Jl. Peta No. 241 Bandung 40232

acara ini didukung oleh

BLOGVAGANZA

blogdetik.com

 

salam

azilmi

Day 1# – Fully Booked

actually, this event is started 7-8 July 2011, but i was home and ready for writting at 8 July 2011 23.45 P.M, saat ini tanggal 9 Juli, saya pulang sedikit telat setelah acara tersebut ternyata ada sedikit kegiatan sehingga saya baru sempat menulis review mengenai event tersebut, tak ada kata terlambat untuk menulis, let’s started..

7-8 Juli 2011, sebuah acara bernama Djarum Fully Booked – Museum Ourselves ini berlangsung, sebuah gelaran acara yang bertemakan Museum Buku ini berlangsung di Balai Sangkuriang, Cimbeuleuit, Bandung, berikut pengantar mengenai Museum Ourselves ini di sunting dari halaman asli penyelenggara :

‘Museum of Ourselves’

Pada dasarnya membuat buku hampir sama dengan tujuan berdirinya museum, yaitu membekukan sebuah momen, sebuah ide, pengetahuan, atau kisah, agar tercatatkan dan dapat dimaknai lagi oleh orang lain yang membacanya. Oleh sebab itu, tema eksibisi kali ini menyoroti kesempatan yang sesungguhnya dimiliki oleh semua orang untuk membuat museum sendiri, bagi dirinya secara individu maupun secara kolektif bersama dengan komunitasnya, dengan cara membuat buku.

Salah satu cara termudah yg kini dapat dilakukan adalah menerbitkannya sendiri tanpa bergantung pada persetujuan banyak pihak. Dengan semakin dekatnya jarak antara konsumen dan produsen (baca:printing company), maka banyak proses yang dahulu mesti dijembatani oleh penerbit dapat dipotong langsung oleh para penulis/penyusun buku. Masyarakat dapat bebas menyampaikan opininya tanpa sensor penerbit, melempar ide, bahkan membuang sampah dalam buku yang mereka terbitkan sendiri. Namun, apa dampaknya terhadap kualitas materi bacaan yang dihasilkan? Apa bedanya buku yang diluncurkan sendiri dengan melalui institusi penerbitan? Bagaimana nasib para penerbit, baik yang besar maupun yang kecil, dengan maraknya fenomena self-publishing?

Eksibisi “Fully Booked -Museum of Ourselves” ini berusaha untuk merepresentasikan kesempatan setiap individu untuk melahirkan karya reproduski cetak berupa buku, dibalik carut marutnya dunia penerbitan, khususnya penerbit kecil/small presses, yang banyak terombang-ambing karena tarik-menarik antara idealisme dan pasar.

Pengunjung di acara ini akan diajak berkenalan dengan bermacam praktisi yang sudah biasa berkecimpung di dunia buku, dan berdiskusi langsung dengan mereka. Bahkan, ada ‘zine cooking demo’ di mana audiens diminta untuk berpartisipasi ‘memasak’ buku, sehingga akan pulang membawa zine buatannya sendiri. Publik tidak dikenakan biaya untuk masuk ke acara ini, namun diminta untuk membawa buku bekas yang kelak akan didonasikan kepada mereka yang lebih membutuhkannya.

Programs:
- Zine Cooking: Fully booked #00 Museum Glossary
- Photography Showcase: Muhammad Asranur, Andrys Adisyahwarman, Happen Sk8Magazine
- Children Books Illustration: Emte, Ykha Amelz, Ella Elviana, EorG, Lidia Puspita
- Talks: Soeria Disastra, Nareend/Happen Sk8Magazine, Maradilla, Tobucil, Omuniuum, Else-Press, and more
- Surfboard Shaping: Lucas and Sons Tailormade Surfboards

Book Launch “TURIYA” by Maradilla Syachridar
Monologue by Dike Wicaksono
Moderator Theoresia Rumthe
And introducing: WELLBORN FOR TURIYA (Turiya’s Deluxe Edition)
(On July 8 2011)

Music & Tunes:
Sarasvati • Sir Dandy • Katjie Piering • Anto Arief
Egga • Hendra RNRM • Marah • Hazawude • Luks • Marin

NO ADMISSION FEE

DONATE BOOKS FOR YOUR TICKETS IN !

Organized by:
A.C.E
Supported by:
Develop • Gusto • Else-Press • Unkl347 • Lucas and Sons Surfboards • Tobucil • Omuniuum • Happen Sk8Magazine

saya kira ini sebuah acara yang sangat luar biasa, walaupun saya tidak hadir dari hari pertama dan pada hari kedua saya tidak bisa hadir secara penuh, sesaat tapi sungguh luar biasa saya kira acara ini, sebenernya tujuan saya dateng ke acara ini adalah untuk menonton Sarasvati yang seharus nya main jam 5 dan ternyata di undur menjadi jam 8 malam, serta menghadiri dalam launching buku #TURIYA karya nya dilla ( Maradilla Syachridar ), sebuah buku yang benar2 membuat saya sampai tertarik membeli Deluxe Pack dari Wellborn Turiya ini dan membuat saya ingin membaca nya.

berikut ini adalah sekilas pemandangan saat acara Fully Booked – Museum Ourselves

Dan berikut ini adalah #TURIYA karya nya Mardilla Syachridar

thanks for special signatures dilla :)
sebuah hal yang paling bermakna dalam acara ini menurut saya, yaitu
Yang Simple adalah Yang Luar Biasa
berkaca pada konsep pengemasan FUlly Booked ini, dengan penataan dan setting yang simple, dialog serta sajian tone yang simple mengangkat hal yang simple yaitu sebuah buku yang sampai saat ini masih tersisihkan oleh budaya kita, sebuah karya abadi dari sang penulis, yang di curahkan secara simple dalam sebuah kertas lalu di jilid menjadi sebuah buku, sebuah kegiatan yang simple tapi sungguh bermakna, simple sungguh luar biasa

serta
Musium Pribadi, ketika setiap manusia yang memiliki mahakarya-mahakarya yang tercipta oleh perpaduan kedua belah tangan serta keselarasan dengan akal-fikiran harus di abadikan melalui sesuatu wujud, semisal buku agar di kemudian hari tetap terkenang dan bermanfaat, seperti di kutip pengantar dari Museum Ourselves ini : Pada dasarnya membuat buku hampir sama dengan tujuan berdirinya museum, yaitu membekukan sebuah momen, sebuah ide, pengetahuan, atau kisah, agar tercatatkan dan dapat dimaknai lagi oleh orang lain yang membacanya. Oleh sebab itu, tema eksibisi kali ini menyoroti kesempatan yang sesungguhnya dimiliki oleh semua orang untuk membuat museum sendiri, bagi dirinya secara individu maupun secara kolektif bersama dengan komunitasnya, dengan cara membuat buku.

 

02:02 09 Juli 2011

#30 Hari Menulis – Mari kita berkaca

Bulan Juli telah tiba, dan sekarang sudah berjalan hingga ke tanggal 8 Juli, beberapa rencana menulis saya di bulan Juni hanya hitungan jari di salah satu tangan yang terealisasi, mm sungguh disayangkan tapi yah mau bagaimana lagi beberapa hambatan besar pun menaungi saya dari mulai gejala DBD di minggu awal Juni hingga sakit Campak yang di mulai di awal minggu ke Tiga hingga ke Empat di bulan Juni, dan saya pun banyak terbaring di kasur dan sofa ruang tengah rumah saya, dan yang paling menarik adalah kesekian kali nya saya berhasil lolos dari Jarum Suntik dan Jarum Infus yang seharus nya menempel di lengan saya, sampai sewaktu cek darah pun saya berhasil di selamatkan oleh sebilah pisau kecil, sungguh beruntung

Bulan Juni memang bulan paling berat saya kira sampai pertengahan tahun ini 3 minggu saya terkapar sakit dan terbaring, melewati 1 minggu Ujian Akhir Semester yang sampai saat ini saya belum mengajukan untuk susulan, yah memang berat dan kelam, tapi di samping itu beberapa hal baik pun ada yang mau datang menghampiri saya, acara Company Visit berjalan dengan baik dengan 2 buah feedback yang sangat positif, 3 orang berulang tahun di bulan Juni, Ibu saya, dan kedua orang rekan saya yang masing-masing berulang tahun di tanggal 06, 26, dan 28 Juni menarik saya kira, beberapa kejadian pun nampaknya terlupakan bila saya harus mengingat sampai 30 hari yang terjadi di bulan Juni, mungkin saat ini adalah sebuah fase yang baik untuk mulai mendokumentasikan apa yang sedang saya lalui akhir-akhir ini.

Juli 2011,

Dimulai dengan tanggal 01 – 07 Juli secara pasti beberapa momentum saya lupa, beberapa hal yang saya ingat adalah sebagai berikut, awal Juli ini saya lakukan dengan menghadiri sebuah acara anniversary sebuah Cafe di bilangan Sersan Bajuri, mm yap tepat sekali MAJA House, saat itu saya datang dikarenakan ada invitation yang di berikan oleh salah seorang rekan saya, hal yang paling menarik adalah adanya perform dari Sarasvati, oke mari kita berangkat, di awali berkumpul di sebuah kosan rekan saya di bilangan Setiabudi, berita yang tersebut dari informan yang sudah ada di TKP MAJA House mengatakan performing dari Sarasvati di mulai pukul 9 malam, lantas kita datang tepat pada pukul 9 malam, hal yang paling menarik adalah ketika saya tiba pukul 9 malam ternyata kami hadir pada saat lagu terakhir Sarasvati, bukan awal lagu Sarasvati hmm menyedihkan apa yang di harap awal nya tidak terwujud, mau gimana lagi, waktu tidak bisa di putar ulang lalu kami pun mendengarkan lagu yang berjudul Story Of Peter, terakhir kali saya mendengarkan lagu ini di acara #9coustic awal 2011 lalu, sudah sangat lama, dan yah lagu yang menyenangkan, seolah terasuki oleh lagu Story Of Peter sepulang nya dari acara tersebut saya langsung memasukan 1 album lagu Sarasvati kedalam hang phone ( smart phone yang sering hang ) lalu mulai lah saya sering mendengarkan lagu-lagu Sarasvati dengan intensitas yang tinggi.

Sampai pada satu ketika seolah terasuki oleh lagu-lagu Sarasvati saya pun mencoba mencari lirik-lirik nya, yah hanya untuk bersenandung pada mula nya, tibalah saya pada sebuah Fan Page dari sarasvati, hal yang menarik adalah ketika saya membaca lirik-lirik alunan lagu dari sarasvati saya pun tertarik dengan gaya pemikiran Risa Saraswati yang menghasilkan lirik-lirik dari lagu sarasvati, awal mula nya saya mulai membaca satu persatu notes yang ada di Fan Page nya sarasvati, dan di lanjutkan dengan membaca tulisan-tulisan Risa Saraswati pada blog pribadi nya, yah hanya sebatas ingin mengetahui lebih dalam mengenai Risa Saraswati dan Sarasvati Music nya dengan mencoba membaca tulisan tulisan nya

Sebuah perkenalan dari sebuah korelasi
saya fikir ini lucu pada hari ini, namun sungguh luar biasa saya kira juga, berawal dari semakin ketertarikan saya akan Sarasvati dan Risa Saraswati yang mulai sering membaca-baca artikel tentang mereka, hingga tiba pada sebuah waktu saya teringat bahwa Risa Saraswati itu adalah mantan dari Vokalis Homogenic, disanalah saya mulai mencari tau dan menguak kenapa Risa Saraswati berhenti menjadi vokalis Homogenic, sampai pada akhir nya saya tidak menemukan Gosip sedikit pun kenapa Risa Saraswati keluar dari Homogenic, menurut media yang dikeluarkan oleh Manajemen Homogenic ya karena Visi Risa sudah tidak sepaham dengan homogenic untuk dimasa yang akan datang, sebuah ketertarikan saya muncul untuk mencari tau siapa sebenernya orang yang menggantikan Risa Saraswati, orang seperti apa sih yang menggantikan Risa, mulai lah disana saya mulai mencari-cari berita mengenai Homogenic hingga keluar nama Amandia Syachridar yang saya lihat di Fan Page nya Homogenic di Facebook, sebenernya saya tidak begitu tau banyak mengenai Homogenic, baru kali itulah saya mencari tahu mengenai Homogenic, disana tertulis beberapa nama personil dari Homogenic dengan Vokalis yaitu Amandia Syachridar dan Maradilla Syachridar, mm saya baru mengenal nama mereka karena saya juga bukan Savior yang merupakan fans nya Homogenic, lantas mulai lah saya menggunakan sebuah kotak kecil di kanan atas Firefox, menggunakan google untuk mencari tau siapa sih mereka, beberapa hasil pencarian pun muncul yang jelas merujuk ke Facebook, namun ada yang menarik untuk nama Maradilla Syachridar, nama tersebut merujuk ke sebuah blog bernama Brain Melosa, entah ketertarikan membaca saya masih tumbuh semenjak ketertarikan saya terhadap Risa Saraswati dan Sarasvati nya, mencoba lah mengetahui siapa itu Maradilla Syachridar dengan mencoba berkunjung ke Blog dan Facebook nya, mm sungguh berkesinambungan, ketika saya membaca blog dilla ( Maradilla) post terakhir yang dia tuliskan adalah sebuah Tulisan berjudul #Turiya, yang isinya berupa p.o dari sebuah Novel berjudul Turiya yang ternyata di tulis oleh dilla (Maradilla), hmm entah kenapa saya tertarik untuk ikut dalam pre-order Novel tersebut, padahal saya bukan tipe orang yang suka membaca Novel, lantas dari mana ketertarikan itu muncul?

Beberapa hal yang saya kira aneh memang terjadi mulai dari Juni-Juli ini, hal-hal positif yang diluar habit saya, saya lakukan, salah satu nya adalah membaca dan membereskan kamar, kamar yang berisi jurnal-jurnal dan tulisan yang berserakan di meja saya lakukan, hingga sampai pada saat saya melakukan kontak dengan dilla via Twitter untuk menanyakan kapan pre-order Turiya tersebut berakhir, hal konyol juga saya kira, ternyata pre-order Turiya tersebut telah berakhir jauh-jauh hari dan informasi tersebut di tuliskan oleh dilla di blog nya, yah seperti biasa kurang teliti nampaknya. Perburuan Turiya pun tidak berakhir begitu saja, saya mencoba melakukan kontak via Twitter lagi dengan dilla, dan respon baik ternyata Maradilla itu orang yang ramah, walaupun dengan orang asing yang bertanya via twitter dia pun masih menjawab dengan baik hingga menawarkan dua buah opsi untuk membeli Turiya, yaitu dengan bertemu langsung atau hadir dalam Launching buku nya yang berakhir beberapa jam lalu. sebuah hal menarik adalah ketertarikan saya membaca hal-hal yang saya kira sudah tidak saya lakukan hampir 1 tahun lebih, entah mengapa tapi mudah-mudahan menjadikan sebuah stimulus yang baik saya kira untuk kedepan nya

8 hari di bulan Juli cukup panjang rasa nya bila saya tuliskan hari perhari dalam selembar post ini, dan tidak luput juga saya banyak hal-hal kejadian besar yang saya lupakan tanpa disengaja di 8 hari ini, apalagi saya harus mengingat kejadian demi kejadian pasti dari tanggal 1 Januari hingga 8 Juli ini, terinspirasi oleh tulisannya dilla di blog nya mengenai #30 hari menulis, pendek kata saya tertarik oleh tulisan tersebut, #30 Hari menulis, yah mengingat beberapa kejadian yang terlupakan nampaknya memang #30 hari menulis memang di perlukan oleh saya, berat saya rasa berat, karena saya belum pernah mencoba menulis selama 30 hari berturut-turut, tapi bila tidak di coba siapa yang tau?, sebenernya kemauan saya menulis bukan di dasari oleh untuk mencoba mengalahkan rasa ketidak pastian yang ada, melainkan dikarenakan oleh beberapa hal yang di namai oleh Kreatifitas dan Inovasi yang Juli ini saya terus ngubek-ngubek dalam mempelajari, mudah-mudahan dapat terealisasi dengan baik, baik lah mari kita mulai..

World IPv6 DAY!

World IPv6 Day merupakan sebuah evemt yang diselenggarakan ISOC (Internet Society) pada 8 Juni 2011, yaitu Google, Facebook, Yahoo!, Akamai dan Limelight Networks bersama organisasi dan community lainnya akan menjalankan uji coba content melalui IPv6 selama 24 jam. Tujuan dari test flight day adalah memotivasi semua kalangan industri, baik internet service provider, produsen hardware, operating system dan perusahaan web content untuk mempersiapkan dan memastikan transisi service IPv4 menuju service IPv6 tutur Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Eddy Kurnia pada acara WIDEX2011 ( World IPv6 Day Ethernet Workshop & Exhibition ) di Bandung 7-9 Juni kemarin

Salah satu tujuan dari World IPv6 Day adalah mengsosialisasikan isu potensial terkait masalah pengalamatan IP, dan juga solusi atas hal tersebut. Pada World IPv6 Day ini, pelanggan akan dapat mengakses konten IPv6 di internet, yang sebelumnya tidak dimungkinkan pada koneksi menggunakan IPv4 saja, selain itu ada beberapa keuntungan lainnya penggunaan IPv6, yaitu :

1. Jumlah kapasitas IPv6 yang lebih besar di bandingkan IPv4
IPv6 yang berbasiskan 128-bit tentu memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan IPv4 dengan basis 32-bit

2. Efisiensi pada paket header
IPv6 menggunakan simple header design dibandingkan IPv4, struktur header IPv6 yang telah dikembangkan dengan lebih baik dari pada IPv4 memungkinkan router untuk menganalisa dan mem-forward paket data secara lebih cepat, karena ada beberapa field header yang bersifat read and header checksum akan di buang pada saat paket header di olah oleh router, hal ini akan menyebabkan meningkat nya kemampuan dari network performance (khususnya yang menggunakan dynamic routing) dan akan menghemat resource dari router pada saat mengolah paket data

IPv4 Header

 

 

 

 

 

 

IPv6 Header

 

 

 

 

 

 

[img]http://azilmi.files.wordpress.com/2011/06/ipv4-header.jpg[/img]
[img]http://azilmi.files.wordpress.com/2011/06/ipv6-header.gif[/img]

3. Berubah nya sistem operasi multicast pada IPv6, yaitu menggunakan sistem “all-host” multicasting group

4. IPv6 mendukung QoS ( Quality if service , untuk meningkatkan kemampuan packet manajemen pada router

5. Meningkatnya Security pada IPv6 menggunakan IPSEC ( IP Security ) yang telah lebih dikembangkan

Dukungan Sistem Operasi yang telah Ready untuk mengimplementasikan IPv6, diantaranya
BSD
Linux
Solaris, AIX, HP-UX, Tru64, OpenVMS
Microsoft Windows
MAC OS X

Pada kesempatan yang sama sejalan dengan diadakannya World IPv6 Day PT Telekomunikasi Indonesia pun mengadakan acara WIDEX2011 ( World IPv6 Day Ethernet Workshop & Exhibition ) di RDC Telkom Gegerkalong, Bandung 7-9 Juni. Salah satu inti dari acara WIDEX2011 ini adalah turut bergabungnya TELKOM pada acara World IPv6 Day yang diprakarsai secara global oleh ISOC (Internet Society)

Secara umum, event terdiri dari workshop dan exhibition. Konsep acara untuk workshop diisi oleh banyak pihak dan organisasi, antara lain dari pihak pemerintah, provider, vendor, MEF (Metro Ethernet Forum), dan pihak akademisi. Event ini akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dengan susunan kegiatan sebagai berikut:

7 Juni 2011: Presentasi & Demo Perangkat yang mendukung IPv6 di Ruang V6 Lab Oasis Lt 2, yang disupport oleh: Juniper Networks, Alcatel-Lucent, Samsung, Cisco, Huawei, Microsoft Indonesia, IVIO dan RDSP-RDC. Target peserta pada sesi ini adalah Internal TELKOM (Engineer) and Undangan (ISP, Telco, Universitas)

8 Juni 2011: Diskusi Panel, dengan berbagai tema meliputi kesiapan elemen jaringan yang terkait dengan IPv6 termasuk konten dan layanannya serta regulasinya. Para panelis mewakili perusahaan: MEF, Juniper Networks, Alcatel-Lucent, Huawei, CISCO, ZTE, NSN, WANDL, PeerApps, Metranet (Mojopia), Microsoft, Melon, Pesona Edu, Indosat, Excel Axiata, Telkomsel, Biznet, Sigma. Target peserta pada sesi ini adalah DJPT, Operator, ISP, APJII, Senior Leader TELKOM (EGM,SGM,VP NWS & ITS), MEF dan Publik.

9 Juni 2011: Ethernet Workshop yang diselenggarakan bersama oleh TELKOM dan MEF (Metro Ethernet Forum).  Workshop akan dibuka oleh SGM R&D Center Bapak Mustapa Wangsaatmadja dan Key Note Speech akan disampaikan oleh COO MEF, Mr. Kevin Vachon. Target peserta pada sesi ini adalah Operator, Vendor, ISP, Senior Leader TELKOM (EGM,SGM,VP NWS & ITS), MEF dan tamu undangan.

Melalui event ini diharapkan dapat memberikan awaraness bahwa dengan semakin menipisnya jumlah alamat IPv4 yang diprediksi akan habis pada 2011 dan IPv6 adalah jalan keluarnya. Selain sebagai solusi dalam pemenuhan jumlah alokasi IP, IPv6 juga membuka cakrawala layanan dan bisnis yang tidak terpikirkan sebelumnya. IPv6 menjanjikan banyak kelebihan, disamping ketersediaan alamat IP yang sangat berlimpah (2128),  sehingga dapt digunakan untuk menandai “setiap benda yang ada di muka bumi ini”. Selain itu IPv6 mempunyai karakteristik security yang lebih aman dan kualitas yang lebih baik dibandingkan IPv4. Sehingga dapat dikatakan bahwa migrasi IPv4 menuju IPv6 adalah  keniscayaan, sesuatu yang sudah tidak dapat dihindari lagi. Yang perlu kita lakukan, adalah merencanakan dan melaksanakannya dengan sistematis dan bertahap, dan saat yang bersamaan mengexplotasi segala kelebihan-kelebihan yang dimiliki IPv6.

Objektif TELKOM dari kegiatan event ini adalah sebagai berikut:

* Turut mengambil bagian dalam event World IPv6 Day yang diselenggarakan secara global
* Uji coba implementasi IPv6 bagi retail menggunakan proxy server, tunnel server, PPPoEv6 server
* Assessment terhadap aspek teknis IPv6 pada perangkat
* Pengumpulan informasi sebagai referensi strategi implementasi pada setiap segmen pelanggan (retail dan enterprise).
* Mengidentifikasi adanya bearer dalam implementasi IPv6.
* Sebagai arena transfer of knowledge untuk mendukung penyusunan strategi implementasi.

Setting yang dilakukan oleh TELKOM R&D Center dalam berpartisipasi pada event global World IPv6 Day ‘test flight’ tanggal 8 Juni 2011 secara live, adalah dengan mengimplementasikan beberapa metoda yaitu:

•  Test Implementasi tunnel server sebagai enabler IPv6 bagi user
•  Test Implementasi proxy server sebagai enabler IPv6 bagi user
•  Test Implementasi PPPoEv6 sebagai enabler IPv6 bagi user

Ketiga test di atas merupakan fokus riset dan solusi potensial bagi pelanggan retail. Selain itu, sebagai kelanjutan dari event terdahulu, test juga mengikutsertakan isu interoperability IPv6 yang melibatkan end-to-end network, mulai dari CPE sampai aplikasi. Hasil dari keseluruhan test tersebut cukup memuaskan, dan akan diujicobakan kepada publik pada saat event ini berlangsung.

Melalui event ini diharapkan dapat memberikan manfaat bukan saja bagi TELKOM Group tetapi juga industri ICT Indonesia pada umumnya dan berdampak positif bagi migrasi IPv6 secara nasional menuju “Indonesia IPv6 Ready in 2013

 

Azilmi Lukmanul Hakim
06112011
*sumber WIDEX2011 by RDCTelkom

Power Of Belive

Kembali lagi ke aktifitas kehidupan yang normal, ketika malam menjadi siang dan siang menjadi malam *loh?, ya ketika setiap rutinitas yang memaksakan bekerja dan berfikir hingga waktu yang melebihi batas kemampuan normal, dan ketika waktu beraktifitas normal berubah menjadi waktu untuk membayar “hutang” tidur, inilah kehidupan-kehidupan normal yang selalu saya jalani selebih dua tahun ini, yah memang secara medis aktifitas dan pola hidup ini memang sangat tidak baik, karena *yang saya tau* ketika waktu lebih dari jam 10 malam yang merupakan waktu untuk beristirahat pada normal nya, merupakan sebuah waktu yang dimana  ginjal melakukan detoksifikasi racun pada tubuh hasil metabolisme dan konsumsi tubuh pada saat beraktifitas yang hanya bisa dilakukan dalam keadaan tubuh tidur terlelap, nah dengan kehidupan yang tidak normal yang dimana waktu malam dijadikan waktu beraktifitas tersebut menghambat ginjal mendetoksifikasi racun yang ada di dalam tubuh kita, alhasil?, racun-racun tetap menempel dalam tubuh kita *oups*. jadi?, yah mau bagaimana lagi memang sudah aktifitas dan kebutuhan hidup yang memaksa memutar balikan waktu normal, ya apa mau dikata, dari pada ga bisa makan dan ngeroko di keesokan hari nya?,hahaha jadi curhat

Kembali ke topik mengenai “Power of Belive”, ada suatu hal yang paling menarik yang dua hari kebelakangan ini sangat menarik bagi saya, seperti nya sudah sekian lama saya ketahui dan rasakan, namun saya tidak tanggap terhadap hal tersebut, ya mengenai sebuah tindakan bernama “Power of Belive”, sampai tulisan ini saya buat, saya belum pernah membaca sekalipun dan sedikit pun ilmu-ilmu psikologis mengenai sebuah kata bernama “kepercayaan”, jadi bila ada penulis lain menuliskan topik yang sama, atau sampai seorang motivator membahas hal yang sama, tentu ini semua tidak ada kaitan nya sama sekali, yang awal nya saya penganut CopyLeft tiba-tiba menjadi CopyRight *oups just kidding pemirsa (gaya tukul :P )”

Kemarin tepat nya di sebuah warung Soerabi disekitaran jln setiabudi bandung, saya berbincang dengan dua orang rekan saya, ya biasalah bincangan-bincangan mahasiswa jaman sekarang, so kritis tapi belum punya ilmu apa-apa, ya nama nya juga sedang belajar :P serta obrolan-obrolan pendek mengenai Company Visit yang telah kami lakukan beberapa hari kebelakangan ini, pada saat itu saya berbincang dengan seorang rekan kosan yang setiap hari selalu mengkritiki hal-hal yang berbau kebenaran sebelah mata yang banyak di ekspos belakangan ini, serta seorang teman di kampus yang merupakan teman dekat kalau main dan berolahraga, yang notabene nya selama saya 2 tahun mengenal teman tersebut gak pernah sama sekali ngobrolin masalah yang berat-berat, pasti kalau ngobrol ya obrolan-obrolan ringan seputar olahraga, perkuliahan, sampai dengan cewe *maklum masih normal :D *,

Suatu hal yang menarik ketika teman tersebut katakanlah si mr.R yang merupakan orang yang santai dan cuek ikut nimbrung ngobrol yang sedikit berat mengenai Company Visit, dengan berbagai aktifitas dan kegiatan yang telah dilalui dalam company visit tersbut, beserta berbagai hal unek-unek yang membuat saya lelah, dan benar-benar bisa dikatakan membuat saya benci dengan kata “esensi”, karena satu dan lain hal, yg simple saya jelaskan adalah karena terlalu sering nya kata esensi itu diucapkan akhir-akhir ini.

Hal-hal yang tidak pernah saya duga dan pernah saya bayangkan dari diri dia tersebut keluar, ketika ide-ide dan pemikiran tajam tentang situasi dan kondisi yang ada disekitar kami dia fikirkan dan nilai secara tajam dan tepat, beberapa keputusan-keputusan dan jawaban pendek dan singkat yang keluar dari mulut nya mengisyarakatkan bahwa dia tidak seperti yang umum bayangkan saat ini, mr.R yang cuek dan santai tsb,

Sampai pada sebuah obrolan santai mengenai sebuah ide yang keluar berupa sebuah kemeja, jaket dan segala konsep yang woow, semakin tercengang saya ketika ide-ide yang dia lontarkan benar-benar ide yang sama sekali tidak saya fikirkan, ide-ide ringan yang bisa dikatakan sepele bagi seorang yang menulis tulisan ini secara lumayan panjang sampai-sampai terlupakan, ketepatan dan kecepatan mr.R tersebut dalam mengeluarkan ide tersebut bagi saya merupakan sebuah potensi besar yang bila di kaji dan di olah akan menghasilkan suatu karakter yang kuat dan siap dalam menghadapi dunia-dunia perkuliahan dan dunia luar akademis kampus, serta dunia-dunia yang setiap mahasiswa akan songsong di kehidupan kelak,

ya dunia yang sebenernya bagi seorang mahasiswa adalah dunia setelah dia mengemban pendidikan dari TK hingga Dunia Kampus, lalu apa kaitan nya dengan Power of Belive?, tentu saja hanya si mr.R yg mungkin mengerti apa itu “Power of Belive” yg saya sampaikan, dan karena saya belum memiliki dan masih mengkaji secara teoritis dan ilmiah mengenai sesuatu yg bernama “power of belive” maka saya cukupkan sekian, dan suatu saat cerita ini akan menjadi bagian dalam proof of concept yang saya pikirkan.

*p.s mudah-mudahan setiap yang saya utarakan dapat tetap berguna dan bermanfaat bagi siapa pun yang sedang iseng membaca tulisan singkat ini, dan semoga apa yang penulis tuliskan dapat menjadi sebuah acuan positif untuk self motivation bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitar nya

semua ini hanya sebagai sebuah pembelajaran ketika penulis sedang belajar membangun sebuah jalan :)

 

tulisan ini saya dedikasikan dan tuliskan untuk sahabat saya
Lingga Nugraha
agar dia tetap semangat dan semakin semangat dalam menghadapi dunia akademisi kampus dan lingkungan sekitar nya

 
salam
Azilmi Lukmanul Hakim
7 Juni 2011 02:02:47

refleksi diri

sebuah hal yang menarik, akhir-akhir ini saya banyak menemukan hal-hal, semangat dan ide-ide baru, tapi selain itu semakin hari pun saya semakin banyak melihat banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di dunia ini, kesenggangan dan ya, sudah terlalu banyak yang salah yang terjadi dalam dunia ini, kenapa saya berani berkata demikian?

ketika setiap seorang mahasiswa belajar dan berjalan dalam sebuah masa yang bisa dikatakan sebuah periode kritisasi menurut saya namanya, semakin dia banyak melihat dan berjalan semakin banyak juga yang akan dia lihat dan yang akan dia dengar, ya tau banyak memang bagus dan terlalu banyak tau ini yang merupakan sesuatu yang bisa di katakan kurang bagus, ketika mahluk manusiawi yang menemukan sesuatu yang sesuai dan nyaman, dan ia senangi dan ia pelajari tentu akan dapat iaj rasakan sebuah aroma membara yang tumbuh dalam diri nya, sebuah acuan dan lecutan semangat untuk mempelajari dan mencari tahu sebuah ilmu yang dalam konteksnya sedang ia pelajari, sesuatu yang sangat luar biasa kalau menurut saya ini

ya sudah sangat lama saya tidak menulis, satu dan lain hal yang memang membuat saya kembali ingin menulis dan rasa nya semangat ini ingin membuat saya terus menulis, dan saya harap semangat yang menggebu ini tidak hanya akan membara hari ini saja di dalam hati saya, mudah-mudahan akan terus terjaga demgan baik

sebuah keteraturan dan sebuah pemikiran yang baik serta tajam tentu akan menjadikan suatu hal yang sangat luar biasa rasanya, dan saya selalu berpegang teguh atas sebuah quote yang mengakatak “ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan” ya saya hanya akan mencoba menuliskan apa yang akan aku ketahui dan pelajari hari-hari kedepan, dan semoga semua nya bermanfaat

ya sekian sebuah preface dari sebuah sistem keteraturan yang akan mulai aku jalani dan semoga bermanfaat :)

salam

azilmi

CCNA Exam Topic

Selamat malam :) mungkin selamat pagi lebih tepat nya :D

mm suatu hal yang menarik dan sangat luar biasa bila membahas mengenai CCNA :) yah sebuah ujian sertifikasi dibidang networking yang diselenggarakan dan di validasi oleh perusahaan Cisco atas apresiasi mereka terhadap para engineer engineer networking yang telah memiliki kemampuan yang sangat memumpuni di bidang Networking dan Cisco Product (standar)

yah sediakalanya saat ini banyak perdebatan-perdebatan seberapa perlu nya mengikuti ujian sertifikasi-sertifikasi di bidang IT ini, ada yang pro, ada yang kontra tentu nya, mm sebenernya ujian sertifikasi ini sangat diperlukan bagi para engineer dan technical IT, karena tentu throughput dari memiliki sertifikasi ini dampaknya akan sangat besar, salah satunya tentu di dalam karir para engineer dan technical tersebut, bila sudah menyinggung mengenai karir tentu saja singgungan nya terhadap “fee” engineer tersebut di dunia kerja nya :D , membicarakan masalah penghasilan bukan berarti “money oriented” yaa tapi tentu saja para profesional tersebut memiliki suatu kebutuhan dan apresiasi atas apa hasil yang telah mereka kerjakan dan pelajari selama ini :) mereka belajar, menguras otak, begadang, dan bekerja mencurahkan atas apa yang telah mereka pelajari, tentu bukan hal yang mudah dan tentu juga bukan hal yang sebentar mereka mempelajari itu semua, lantas apa hubungannya dengan IT Certification?

ya mereka para engineer engineer yang telah berhasil mengikuti dan lulus dalam ujian tersebut secara tidak langsung kemampuan dan keahliannya sudah teruji, para lembaga-lembaga penyedia IT Certification tersebut memiliki standar International yang tentu saja hasil dari Sertifikasi nya juga memiliki standar Internasional bahasa gaul nya sih Ane Udah ISO gan :D

sebenarnya proses pembelajaran dalam mengikuti dan mempelajari IT Certicate ini ada beberapa cara, yah pada umum nya di bagi menjadi dua yaitu Institute atau Academy dan Self Study, namun tidak bisa dipungkiri juga saat ini biaya ujian dan mengikuti academy academy untuk sertifikasi IT ini tidaklah murah :( jad solusi bagi rekan-rekan yang ingin mempelajari namun terhambat oleh (maaf) biaya tersebut adalah mempelejari secara self study :) mungkinkah? tentu saja sangat memungkinkan, karena apa bahan-bahan materi untuk ujian IT Certifiaction ini sangat lah luas tersebar di Internet ini, dengan mengikuti beberapa panduan serta manual guide yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut tentu kita dapat belajar secara mandiri, selain itu ebook ebook sebagai referensi dan pembimbing kita pun sudah sangat banyak tersebar di alam jagad Dumay ini, dunmay ya bukan Lunmay hehehehe

salah satunya adalah CCNA, berikut ini saya serta kan sebuah exam topic bagi rekan-rekan yang ingin mempelajari CCNA, exam topic ini hanya sebagai sebuah pembimbing saja kemana sebenarnya jalur pendidikan yang harus ditempuh untuk mempelajari materi-materi cisco CCNA ini, setelah mengetahui exam topic untuk ujian CCNA, rekan-rekan dapat mencari ebook ebook yang dapat menjadi referensi materi untuk CCNA dan tentu nya gunakan lah banyak sumber sebagai referensi pembelajaran nya

semoga bermanfaat
salam
azilmi

ccna exam topic

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.