Day 1# – Fully Booked

actually, this event is started 7-8 July 2011, but i was home and ready for writting at 8 July 2011 23.45 P.M, saat ini tanggal 9 Juli, saya pulang sedikit telat setelah acara tersebut ternyata ada sedikit kegiatan sehingga saya baru sempat menulis review mengenai event tersebut, tak ada kata terlambat untuk menulis, let’s started..

7-8 Juli 2011, sebuah acara bernama Djarum Fully Booked – Museum Ourselves ini berlangsung, sebuah gelaran acara yang bertemakan Museum Buku ini berlangsung di Balai Sangkuriang, Cimbeuleuit, Bandung, berikut pengantar mengenai Museum Ourselves ini di sunting dari halaman asli penyelenggara :

‘Museum of Ourselves’

Pada dasarnya membuat buku hampir sama dengan tujuan berdirinya museum, yaitu membekukan sebuah momen, sebuah ide, pengetahuan, atau kisah, agar tercatatkan dan dapat dimaknai lagi oleh orang lain yang membacanya. Oleh sebab itu, tema eksibisi kali ini menyoroti kesempatan yang sesungguhnya dimiliki oleh semua orang untuk membuat museum sendiri, bagi dirinya secara individu maupun secara kolektif bersama dengan komunitasnya, dengan cara membuat buku.

Salah satu cara termudah yg kini dapat dilakukan adalah menerbitkannya sendiri tanpa bergantung pada persetujuan banyak pihak. Dengan semakin dekatnya jarak antara konsumen dan produsen (baca:printing company), maka banyak proses yang dahulu mesti dijembatani oleh penerbit dapat dipotong langsung oleh para penulis/penyusun buku. Masyarakat dapat bebas menyampaikan opininya tanpa sensor penerbit, melempar ide, bahkan membuang sampah dalam buku yang mereka terbitkan sendiri. Namun, apa dampaknya terhadap kualitas materi bacaan yang dihasilkan? Apa bedanya buku yang diluncurkan sendiri dengan melalui institusi penerbitan? Bagaimana nasib para penerbit, baik yang besar maupun yang kecil, dengan maraknya fenomena self-publishing?

Eksibisi “Fully Booked -Museum of Ourselves” ini berusaha untuk merepresentasikan kesempatan setiap individu untuk melahirkan karya reproduski cetak berupa buku, dibalik carut marutnya dunia penerbitan, khususnya penerbit kecil/small presses, yang banyak terombang-ambing karena tarik-menarik antara idealisme dan pasar.

Pengunjung di acara ini akan diajak berkenalan dengan bermacam praktisi yang sudah biasa berkecimpung di dunia buku, dan berdiskusi langsung dengan mereka. Bahkan, ada ‘zine cooking demo’ di mana audiens diminta untuk berpartisipasi ‘memasak’ buku, sehingga akan pulang membawa zine buatannya sendiri. Publik tidak dikenakan biaya untuk masuk ke acara ini, namun diminta untuk membawa buku bekas yang kelak akan didonasikan kepada mereka yang lebih membutuhkannya.

Programs:
- Zine Cooking: Fully booked #00 Museum Glossary
- Photography Showcase: Muhammad Asranur, Andrys Adisyahwarman, Happen Sk8Magazine
- Children Books Illustration: Emte, Ykha Amelz, Ella Elviana, EorG, Lidia Puspita
- Talks: Soeria Disastra, Nareend/Happen Sk8Magazine, Maradilla, Tobucil, Omuniuum, Else-Press, and more
- Surfboard Shaping: Lucas and Sons Tailormade Surfboards

Book Launch “TURIYA” by Maradilla Syachridar
Monologue by Dike Wicaksono
Moderator Theoresia Rumthe
And introducing: WELLBORN FOR TURIYA (Turiya’s Deluxe Edition)
(On July 8 2011)

Music & Tunes:
Sarasvati • Sir Dandy • Katjie Piering • Anto Arief
Egga • Hendra RNRM • Marah • Hazawude • Luks • Marin

NO ADMISSION FEE

DONATE BOOKS FOR YOUR TICKETS IN !

Organized by:
A.C.E
Supported by:
Develop • Gusto • Else-Press • Unkl347 • Lucas and Sons Surfboards • Tobucil • Omuniuum • Happen Sk8Magazine

saya kira ini sebuah acara yang sangat luar biasa, walaupun saya tidak hadir dari hari pertama dan pada hari kedua saya tidak bisa hadir secara penuh, sesaat tapi sungguh luar biasa saya kira acara ini, sebenernya tujuan saya dateng ke acara ini adalah untuk menonton Sarasvati yang seharus nya main jam 5 dan ternyata di undur menjadi jam 8 malam, serta menghadiri dalam launching buku #TURIYA karya nya dilla ( Maradilla Syachridar ), sebuah buku yang benar2 membuat saya sampai tertarik membeli Deluxe Pack dari Wellborn Turiya ini dan membuat saya ingin membaca nya.

berikut ini adalah sekilas pemandangan saat acara Fully Booked – Museum Ourselves

Dan berikut ini adalah #TURIYA karya nya Mardilla Syachridar

thanks for special signatures dilla :)
sebuah hal yang paling bermakna dalam acara ini menurut saya, yaitu
Yang Simple adalah Yang Luar Biasa
berkaca pada konsep pengemasan FUlly Booked ini, dengan penataan dan setting yang simple, dialog serta sajian tone yang simple mengangkat hal yang simple yaitu sebuah buku yang sampai saat ini masih tersisihkan oleh budaya kita, sebuah karya abadi dari sang penulis, yang di curahkan secara simple dalam sebuah kertas lalu di jilid menjadi sebuah buku, sebuah kegiatan yang simple tapi sungguh bermakna, simple sungguh luar biasa

serta
Musium Pribadi, ketika setiap manusia yang memiliki mahakarya-mahakarya yang tercipta oleh perpaduan kedua belah tangan serta keselarasan dengan akal-fikiran harus di abadikan melalui sesuatu wujud, semisal buku agar di kemudian hari tetap terkenang dan bermanfaat, seperti di kutip pengantar dari Museum Ourselves ini : Pada dasarnya membuat buku hampir sama dengan tujuan berdirinya museum, yaitu membekukan sebuah momen, sebuah ide, pengetahuan, atau kisah, agar tercatatkan dan dapat dimaknai lagi oleh orang lain yang membacanya. Oleh sebab itu, tema eksibisi kali ini menyoroti kesempatan yang sesungguhnya dimiliki oleh semua orang untuk membuat museum sendiri, bagi dirinya secara individu maupun secara kolektif bersama dengan komunitasnya, dengan cara membuat buku.

 

02:02 09 Juli 2011

0 Responses to “Day 1# – Fully Booked”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s





Follow

Get every new post delivered to your Inbox.