Fotografi 2# – hargai setiap Jepretan yang kita lakukan

by azilmi

Menyambung post sebelum nya mengenai Fotografi, bisa dikatakan saat ini saya mulai menekuni dunia Fotografi secara dalam, kenapa ya?, ya saya hanya ingin memiliki foto-foto unik dan keren di setiap moment yang saya lalui, bahasa Fotografi dan Fotografer Profesional nya sih ‘Perfect Exposure’. setelah 4 Tahun mengenal Foto secara dekat, namun hanya mengenal nya begitu saja bukan lebih dalam, berawal hanya dari kamera pocket saya mencoba jeprat-jepret mengabadikan setiap moment yang saya lalui, hingga sekitar 6 bulan saya mencicipi sebuah kamera yang bisa saya katakan canggih yaitu Canon EOS 1000D dan kamera tersebut berakhir di meja penjualan yang niat awalnya ingin saya tukar tambah dengan Nikon 90D, tapi uang nya belum cukup untuk membeli sang Legend Nikon 😦

awal mula saya ‘kesambet’ ingin menekuni dunia Fotografi berawal dari kegiatan yang sedang saya jalani hingga tanggal 26 Agustus nanti di salah satu mall di Bandung, ya mall yang bisa saya katakan mall terbesar untuk kategori Elektronik dan Gadget di Jawa Barat ini, saya memiliki kesempatan beberapa kali menjempret kegiatan yang sedang berlangsung tersebut dari kamera EOS 1000D punya bos ku, disana rasa ingin mendalami fotografi terus bertambah hingga pada akhir nya saya ngobrol dengan sahabat saya mengenai Fotografi dan dia dengan baik hati meminjamkan kamera analog nya πŸ™‚

Dengan bermodalkan kamera analog hasil pinjaman dan semangat juang yang tinggi, saya langsung mempelajari beberapa basic dari fotografi yang saya kira akan sangan berguna ketika saya menggunakan kamera tersebut, seperti aperture, shutter speed untuk menghasil kan exposure, tanpa berlama-lama saya langsung hunting ke esokan harinya di temani rekan saya dengan kamera Lomo LCA-A+ nya, saya berkunjung ke sebuah Taman Djuanda, ya orang Bandung sih lebih mengenal dengan nama Dago Pakar, disana saya menghabiskan waktu untuk hunting foto untuk uji coba kamera Analog tersebut, di temani dua buah roll film Lucky BW dan Colour ASA 200. 72 jepretan pun saya lakukan sampai habis dan saya langsung cuci scan untuk melihat bagaimana hasil nya, namun sayang hasil jepretan saya baru bisa saya nikmati hari Selasa nanti, karena di bandung jarang sekali tempat yang bisa cuci scan untuk Film BW 😦 insya alloh Selasa nanti akan saya tunjukan baik dan buruk nya hasil jepretan pertama saya dengan dua buah roll pertama saya, mudah-mudahan tetap ada hasil nya walaupun jelek, karena ini akan menjadi kenangan tersendiri dalam masa pembelajaran pertama saya ini.

Kamera Analog, Fotografi dan Proses Pembelajaran

Sebagai pemula yang sedang ‘on fire’ belajar, dan tidak punya modal yang memumpuni untuk menggenggam kamera DSLR bukan berarti adalah Kiamat bagi saya untuk belajar Fotografi, dan saya harap bagi anda semua yang tertarik mempelajari Fotografi dan bergelut di dunia Fotografi setuju akan hal ini. Ya, memang Fotografi dan foto-foto yang memiliki hasil yang luar biasa di tunjang juga dari kebutuhan serta perangkat-perangkat fotografi nya, seperti Lensa yang beragam yang dapat menghasilkan hal yang beragam pula, Lighting yang memumpuni, serta peralatan lainnya. Banyak imbuhan-imbuhan yang mendeskripsikan dunia fotografi, mulai dari Foto itu hasil 80% Tangan, 10 % Alat dan 10% Pengalaman, hingga persepsi-persepsi lainnya, kalau hari ini sih saya mah mau mengannut faham saya sendiri, yaitu

Foto dihasilkan oleh : 10% Teori, 15 % Alat, 30% Pengalaman dan 45% izin Tuhan.

Itulah faham yang saya anut saat ini dengan ilmu dan alat yang seadanya saya miliki, lalu kenapa izin Tuhan?, ya karena setiap moment, cahaya dan gelap nya bumi ini hanya milik tuhan πŸ™‚

saat ini, banyak orang yang beruntung dapat memperdalam Fotografi dengan mudah nya, dapat membeli Gear bagaimanapun dengan mudahnya, dan bagi orang yang tidak beruntung bagi saya,  ini bukan akhir dari segalanya, sebagai solusi bila kita belum bisa cicip-cicip kamera Digital saya menggunakan kamera Analog terlebih dahulu, kamera Analog saat ini yang beredar di peredaran pasar Fotografi yang saya tau ada 5 jenis, Pocket, Polaroid, Lomo, Rangefinder, dan Analog SLR, dan rata-rata kamera tersebut masih bisa kita jumpai dari harga 300rb hingga 1.5jt rupiah, ya memang untuk model-model tertentu kamera analog ini masih tembus di harga 62jt 😦 seperti tipe Hexar nya Leica 😦 , sebenar nya untuk menghasilkan sebuah foto yang terpenting ada Kamera dan Media penyimpanan nya. Sebuah tantangan besar datang ketika kita menggeluti dunia Fotografi menggunakan kamera Analog, berbeda dengan kamera digital setiap pengaturan tinggal ceklak-ceklek rubah atau pijit beberapa tombol langsung jadi hingga kita bisa input konfigurasi kita, semua serba digital dan ya memang tidak bisa kita pungkiri memang hasil nya bagus dan memang perkembangan Teknologi terus berkembang di dunia kita ini.

Namun, Fotografi Analog ini memilki suatu hal yang menarik, yaitu kita memotret dengan kamera yang masih menggunakan film, benar-benar kita harus mendapatkan ‘keberuntungan’ yang tepat juga, karena ketika gambar yang kita ambil gagal, kita tidak bisa menghapusnya, selain itu kita tidak bisa melakukan pengaturan secara otomatis, semua perhitungan dilakukan secara manual, mulai aperture, shutter speed, zoom, cuaca dlsb yang belum saya ketahui lagi secara dalam, dan dengan hanya bermodalkan 36 frame di setiap film nya akan membuat kita semakin tertantang untuk menghasilkan gambar-gambar maksimal di setiap frame nya, sulit?, ya memang sulit, tapi kalau belajar dengan yang mudah sih apakah ‘sense feeling’ Foto kita akan terasah dengan tajam?, bisa iya bisa juga tidak tergantung bagaimana kita mempercayai nya hehe ya mudah-mudahan setelah menekuni dunia fotografi Analog dan mulai bertransisi ke dunia Fotografi digital saya sudah siap

mudah-mudahan rekan-rekan yang setuju dan tidak setuju pun bisa berpendapat sesuai apa Fotografi yang di anut nya, dan bagi rekan-rekan yang ingin belajar dan memperdalam dunia fotografi jangan jadikan ‘Gear’ sebagai batasan dan pembatasan kita untuk bereksplorasi dan terus belajar, yang penting niat dan kemauan untuk belajar nya

mari hargai setiap Jepretan yang kita lakukan, dan terus abadikan setiap moment yang kita dapatkan

Advertisements